Rabu, 20 September 2017

Berbuat kebaikan semudah tapping e-toll Card

e toll card, kartu e toll, transksi elektronik, adi setyo
Dengan berlakunya transaksi elektronik di semua gerbang Tol per Oktober 2017nanti, ada sebuah cerita menarik.

Mulai dari diberlakukannya GTO sekitar 3 tahun lalu, Saya telah menggunakannya, terutama di GT Sentul Barat, di Tol BORR

Sering memang kejadian, pengemudi salah masuk gerbang, padahal tidak punya kartu e-Toll, atau mungkin punya tapi saldo tidak cukup. Kejadian ini sangat sering saya alami.

Tentu sebagai manusia biasa, saya sering kesal dengan perilaku seperti itu, baik karena tidak disengaja maupun karena ketidak tahuan.

Klakson umpatan beberapa kali pernah saya lakukan, terutama pada saat mengejar waktu.

Tetapi pada suatu ketika, saya ada di urutan no 3 sebelum GTO. Kendaraan paling depan lama sekali, ternyata ybs tidak punya kartu e-Toll. Waaah kesel dong, kebetulan sedang terburu-buru.

Kemudian persis dari kendaraan di depan saya, keluar seorang pemuda keturunan berumur 25 an tahun, dengan pakaian rapi, dia datang menghampiri Kendaraan di depannya, kemudian menempelkan kartu e-toll nya ke gate dengan penuh senyuman, dari jauh saya lihat sopir yg dibantu itu berusaha memberikan uang pengganti kepada pria tersebut, tapi beliau menolaknya dengan halus, sambil mendekapkan kedua tangannya, sejurus kemudian tangan kanannya mempersilahkan kendaraan tersebut untuk jalan.

Woow, what an amazing Guys, seorang malaikat diturunkan dari langit di depan saya.

Anda kira-kira tahu apa yg saya pikirkan. "Hebat sekali kedua orang tua dari pemuda tersebut, bisa mendidik seseorang yang begitu humble, dan suka menolong."

Seketika diri ini merasa di ejek dan dilecehkan oleh teladan yang barusan terjadi di depan saya.

Dalam perjalanan saya terus merenung, dan memutuskan untuk meniru apa yang telah pemuda contohkan kepada saya, dengan satu tujuan, saya ingin memuliakan almarhum kedua orang tua saya dengan berbuat baik sekecil apapun.

Dan seminggu kemudian, saya berada di posisi pemuda tersebut. Di depan GTO di gerbang semanggi ada sebuah mobil Toyota Innova yg tidak bisa melewati GTO, karena ternyata saldonya tidak cukup.

Belum sempat berpikir mau membantu, seorang ibu-ibu paruh baya keluar dari pintu sebelah kiri mobil tersebut dan menghampiri saya.

"Pak, bisa pinjam kartu e-Toll nya?"

"Oh iya Bu, silahkan"

Sang Ibu bergegas melakukan tapping di GTO, kemudian sang sopir melajukan kendaraannya sementara sang ibu menunggu mau mengembalikan kartu e toll saya.

"Ini pak kartu e-Toll nya, dan pengganti uangnya"
Sambil menyodorkan kartu e toll saya beserta uang 20 ribu rupiah.

"Wah tidak usah bu uangnya, saya memang niat membantu kok"

" Gak pa pa Pak, saya senang kok dibantu, terima kasih ya Pak"

Ibu itu bergegas pergi kembali ke mobilnya sambil melemparkan uang 20 ribu rupiah ke dashboard saya.

Uang Pembayaran toll yg harusnya hanya 7 ribu rupiah, dibayar 20 ribu rupiah.

OMG, mau berbuat baik aja susah ya ternyata. Malah kalau begini serasa saya punya utang 13 ribu ke Ibu itu.

Uang 13 ribu rupiah, akhirnya saya berikan ke beberapa pengamen dan pengemis yg saya temui hari itu, semoga pahalanya terlimpah kepada sang ibu tadi.

Lesson learned :
Berbuat baik itu tidak gampang, mari kita mulai dari yang kecil, dari diri kita sendiri, dan kita mulai sekarang.